Sekilas Tentang Tungau

Tungau adalah sekelompok hewan kecil bertungkai delapan yang, bersama-sama dengan caplak, menjadi anggota superordo Acarina. Tungau bukanlah kutu dalam pengertian ilmu hewan walaupun sama-sama berukuran kecil (sehingga beberapa orang menganggap keduanya sama). Apabila kutu sejati merupakan anggota Insecta (serangga), tungau lebih berdekatan dengan laba-laba dilihat dari kekerabatannya.

 

Hewan ini merupakan salah satu avertebrata yang paling beraneka ragam dan sukses beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan. Ukurannya kebanyakan sangat kecil sehingga kurang menarik perhatian hewan pemangsa besar dan mengakibatkan ia mudah menyebar.

 

Banyak di antara anggotanya yang hidup bebas di air atau daratan, namun ada anggotanya yang menjadi parasit pada hewan lain (mamaliamaupun serangga) atau tumbuhan, bahkan ada yang memakan kapang. Beberapa tungau diketahui menjadi penyebar penyakit (vektor) dan pemicu alergi. Walaupun demikian, ada pula tungau yang hidup menumpang pada hewan lain namun saling menguntungkan. Di bidang pertanian, tungau menimbulkan banyak kerusakan pada kualitas buah jeruk (umpamanya tungau karat buah Phyllocoptura oleivera Ashmed dan tungau merah Panonychus citri McGregor)[1], merusak daun ketela pohon dan juga daun beberapa tumbuhan Solanaceae (cabai dan tomat). Tungau juga menyebabkan penyakit skabies, penyakit pada kulit yang mudah menular.

Ada lebih dari 45 ribu jenis tungau yang telah dipertelakan[2]. Para ilmuwan berpendapat, itu baru sekitar 5% dari kenyataan total jenis yang ada. Hewan ini dipercaya telah ada sejak sekitar 400 juta tahun. Ilmu yang mempelajari perikehidupan tungau dan caplak dikenal sebagai akarologi.

Taksonomi tungau masih belum stabil karena banyaknya perubahan. Namun dapat dikatakan bahwa tungau mencakup semua anggota Acariformes, semua Parasitiformes kecuali Ixodida (caplak), dan beberapa familia dan genera yang belum pasti penempatannya.

–  Wikipedia Indonesia

 

Jutaan Tungau Debu di Kasur Bisa Membuat Anda Sakit Parah – CNNINDONESIA.COM

Kendati sudah dicuci, seprai masih bisa penuh dengan kuman berbahaya, misalnya norovirus dan salmonella, yang tidak akan bisa hilang hanya dengan mencuci seprai. Kotoran yang dihasilkan tungau debu akan menyebabkan reaksi alergi. Sehingga, tubuh akan memproduksi histamin untuk menghadapi ancaman yang dirasakan.

“Mereka dapat mengganggu tidur. Orang-orang dengan alergi lainnya bisa membuat gejala tersebut lebih buruk.” Ackerley memperingatkan, jika seseorang sedang pilek, atau terserang virus influenza, tungau debu akan hidup di seprai dan tidak hilang dengan dicuci.Sebelumnya, penelitian lain mengungkap, tungau debu menyebabkan hingga 80 persen semua kasus asma. Lisa Ackerley, ahli kesehatan rumah menjelaskan, tungau debu dapat menyebabkan rhinitis, batuk, mata kering, seperti dilansir dari laman Independent.

 

Norovirus dapat dijangkit tanpa gejala. Sangat mudah menyebarkan tungau debu ke linen. “Seseorang yang teracuni bakteri salmonela dapat mengekskresikan bakteri tersebut ke tempat tidur.” Selain itu, setiap tempat tidur memiliki rata-rata sepuluh juta tungau debu di dalamnya.

Organisme tersebut berkembang di lingkungan yang hangat dan lembap. Para ahli juga mengatakan, timbulnya tungau debu juga didorong oleh kumpulan sel-sel kulit manusia yang melapisi tempat  tidur. Ackerley mengatakan, manusia menumpahkan setengah ons kulit dalam seminggu, dan sebagian besarnya berada di tempat tidur.

“Tungau debu menyukai tempat-tempat yang lembap dan hangat. Tempat tidur adalah lingkungan sempurna untuk itu. Mereka akan bereproduksi, sehingga akan ada sekitar 10 juta tungau debu per tempat tidur.”

CNN Indonesia

 

Penelitian menujukkan bahwa tungau dan kutu kasur dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti gatal – gatal, alergi, asma, hay fever dan lainnya. Hal ini menunjukkan pentingnya untuk membersihkan tempat tidur dari tungau dan kutu secara berkala. Dust Bunny hadir untuk menjawab kebutuhan pembersihan kutu dan tungau di rumah anda!

Dust Bunny Jakarta

Jl. Pangandaran I no 11.
Ancol Barat, Jakarta Utara
Telp : +62 81310000173

RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram